Tie Dye sedang menjadi tren nih sahabat Topscore . Tak hanya baju saja, namun juga celana dan bahkan sweater. Apa itu Tie Dye ? Tie Dye (Ikat Celup) adalah teknik mewarnai kain dengan cara tertentu, sebelum dilakukan pencelupan. Di beberapa Indonesia teknik ikat celup sering dipadukan dengan teknik lain seperti batik.

Teknik Tie Dye sudah ada di masiing-masing negara, hanya penyebutannya saja yg berbeda. Di Jepang, mereka menyebutnya Shibori. Kalau di India, Tie Dye disebut Bandhna. Di Afrika Barat, teknik ini dikenal dengan nama Indigo dye yang dimodifikasi dengan sulaman tradisional. Di Thailand dan Laos, motif ini dikenal dengan Mudmee tie-dye yang warna dasarnya hitam. Di negeri kita sendiri, Tie Dye dikenal dengan nama “jumputan”. Salah satu kain hasil jumputan yg terkenal adalah kain “Pelangi” dari Palembang.

Mengubah pakaian jadi sesuatu yang baru adalah hal yang mengasyikkan. Salah satu yang bisa kamu ikuti adalah dengan membuat Tie Dye shirt atau kaus Tie Dye.

Rumah Belajar Top Score punya tips membuat baju Tie Dye bagi sahabat Top Score yang ingin mencobanya dirumah. Yuk di simak!

1. Bahan-bahan

Berikut bahan-bahan yang perlu disiapkan :

  • Sarung tangan karet
  • Karet gelang atau karet rambut
  • Botol semprotan plastik
  • Pewarna pakaian
  • Wadah untuk kaus
  • Kaus untuk dijadikan Tie Dye

Siapkan semuanya di tempat masing-masing agar memudahkan proses pembuatannya. Jika kamu tak punya botol sprayer, bisa melubangi bagian atas dari botol pewarna. Pastikan lubangnya tidak terlalu besar agar cat tidak tumpah terlalu banyak.

2. Pilih tempat luas dan aman untuk berkreasi

Agar tidak menodai banyak tempat, sebaiknya kamu menyiapkan plastik besar sebagai alasnya. Siapkan juga handuk atau sprei lama sebagai pelindung kaus yang akan diwarnai. Lakukan di tempat yang cukup lebar dan tergolong aman.

Salah satunya seperti di garasi atau di halaman belakang rumah. Tempatkan kaus yang diwarnai di wadah plastik yang cukup besar, bisa juga di baskom atau ember.

3. Pilihan desain Tie Dye favorit

Teknik Tie Dye bukanlah asal mencampurkan warna, ada beberapa motif yang membuatnya menjadi beda dan menarik. Berikut adalah motif-motif yang favorit :

– Motif classic spiral, Cara membuatnya:

  • Tarik pakaian dari bagian tengah, atau bagian mana saja yang ingin dijadikan pusat spiral.
  • Putar ke satu arah agar seluruh bahan terikat erat dalam bentuk melingkar.
  • Gunakan karet gelang untuk mengamankan bentuk tersebut. Jika ingin membuat warna pelangi, kamu bisa gunakan lebih dari satu karet gelang untuk membuat 6 bagian berbeda untuk masing-masing warna.
  • Warnai setiap bagian menggunakan warna pilihan kamu.

– Motif bullseye, Cara membuat :

  • Tarik bagian tengah pakaian melewati tangan untuk membuat bentuk memanjang, seperti pipa atau tabung.
  • Letakkan karet gelang di sepanjang pakaian, beri jarak yang sama antar karet.
  • Warnai setiap bagian menggunakan warna berbeda untuk membuat efek bullseye.

– Motif stripped look. Cara membuatnya:

  • Lipat bagian lengan, atau bagian sisi kain ke dalam.
  • Ikat setiap ujung terlebih dahulu agar tidak mengubah bentuk.
  • Ikat sepanjang kain.
  • Warnai masing-masing bagian sesuai keinginan.

4. Mulailah Mewarnai

Setelah menentukan pola yang diinginkan, kini saatnya melakukan dye. Semprotlah warna di bagian yang telah diikat. Kamu boleh menggunakan beragam warna, atau satu warna saja.

Untuk menghasilkan warna yang lebih muda, kamu bisa melarutkan pewarna dengan air sebelum kemudian menyemprotkan ke kaus. Ketebalan warna akan tergantung dari banyak atau sedikitnya campuran air dengan cat tersebut.

5. Durasi waktu mewarnai

Sebenarnya, cukup dalam waktu 2 jam saja, pakaian yang diwarnai dengan cara Tie Dye sudah bisa jadi. Hanya saja intensitas warnanya tentu tidak akan sama. Semakin singkat waktu mendiamkan kaus dengan pewarna, maka semakin terang hasilnya.

Hasil warna dari rendaman 2 jam adalah seperti warna pastel. Sedangkan jika ingin hasil warna yang intens, bisa mendiamkannya sekitar 24 jam.

Cara membilasnya pun mudah. Lepas semua karet di bahan kaus, dan bilas dengan air dingin hingga air bilasannya bening. Cuci dengan sabun dan keringkan. Kaus Tie Dye pun siap digunakan! Selain kaus, kamu juga bisa menggunakan Tie Dye untuk memperbaharui celana, sweater, kemeja, dan beragam pakaian lainnya. Ada tote bag jarang dipakai? Bisa juga lho dibuat Tie Dye.

Selamat mencoba ya sahabat Top Score.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =