Generasi muda saat ini dikenal dengan sebutan generasi milenial dan generasi Z, seakan semakin jauh dari identitas budayanya.

Sebagai Good Parents, kita bisa mengarahkan mereka pada kegiatan yang positif.

Good Parents juga bisa memberikan mereka kebebasan dalam beraktifitas, sepanjang masih positif dan masih dalam pengawasan. Namun yang paling penting bagi anak-anak adalah pelajaran tentang budi pekerti.

Pendidikan budi pekerti rasanya semakin hilang, apalagi di tengah pandemi, yang beberapa bulan ini anak terpaksa dihadapkan dengan gadget untuk belajar jarak jauh.

Bukan soal pembelajaran jarak jauhnya, namun seringkali kita lupa, bahwa pembelajaran jarak jauh, juga mempengaruhi gaya anak, karena seringnya menggunakan gadget untuk berkomunikasi dan menerima materi pelajaran.

Alhasil, gadget menjadi keseharian dalam aktifitas mereka setiap hari. Di luar materi pembelajaran jarak jauh, gadget juga tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Hal ini menjadi kebiasaan baru anak, dan menjadikannya ketergantungan. Fenomena ini sudah banyak terjadi pada masa kini.

Fenomena yang terjadi sekarang adalah “prank“, yang pada umumnya dilakukan oleh generasi milenial. Namun fenomena “prank” sebenarnya gejala yang tidak sehat dan cenderung mengarah patologis. Bagi sebagian orang, fenomena “prank” bisa jadi hanya lucu-lucuan, seru-seruan.

Patologis adalah penyakit yang dialami seseorang berupa penyakit fisik seperti influenza, maupun penyakit mental seperti bipolar.

Untuk Good Parents bisa mencari informasi seputar fenomena prank memberikan dampak negatif bagi para korban seperti konten video prank sembako isi sampah.

Perkembangan teknologi memang tak bisa dihindari. Namun sehebat apapun teknologi diciptakan, bagi kita bangsa Indonesia, kecanggihan teknologi sebaiknya bisa memberikan nilai-nilai budaya. Akar dari jati diri bangsa Indonesia adalah terletak pada kekayaan budayanya.

Salah satu citra kebudayaan kita adalah budi pekerti yang diwariskan oleh leluhur secara turun temurun.

Kecanggihan teknologi bisa kita manfaatkan untuk menyebarluaskan informasi pendidikan, pengetahuan dan kebudayaan dalam rangka mencerdasan anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa.

Sekarang saatnya untuk mulai meningkatkan pelajaran budi pekerti selama masa sekolah di rumah. Di Rumah Belajar Top Score, kami mengajarkan siswa-siswi belajar tidak hanya memanfaatkan teknologi tetapi juga sambil mengajarkan tata krama dan budi pekerti kepada setiap siswa.

Yuk mari bekerja sama untuk mendidik generasi muda Indonesia menjadi pribadi yang tidak hanya melek teknologi tetapi juga memiliki tata krama dan budi pekerti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 + seven =