Setelah mengumumkan bahwa hingga akhir tahun ini, sekolah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah harus tetap melanjutkan sekolah secara virtual.

Psikolog, Jovita Maria Ferliana, M.Psi, mengatakan, mengasah keterampilan siswa, termasuk dalam soft skill, bukan cuma tanggung jawab lembaga pendidikan saja “Good Parents juga sebaiknya turut berperan dalam pendidikan anak, terutama selama virtual schooling,”

Salah satunya membantu keterampilan anak dengan 5C yaitu terdiri dari Critical Thinking (kemampuan berpikir kritis dan menganalis), Communication (komunikasi), Collaboration (kolaborasi untuk hasil maksimal), Creativity (kreativitas atau menciptakan sesuatu yang baru), dan Character (pendidikan karakter).

Berikut adalah beberapa tips untuk Good Parents dalam mengasah keterampilan 5C pada anak selama sekolah dari rumah:

• Sekali-sekali, ajak anak untuk memilih permainan baru atau mengubah aturan permainan untuk mengasah kreativitasnya.

Young children enjoying in the playroom

• Sejak usia dini, ajari anak 3 kata emas, yaitu: Tolong, Maaf, dan Terima kasih. Juga jelaskan kepada anak kapan dan mengapa menggunakan ungkapan-ungkapan itu.

• Luangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak tentang topik hangat atau tren terkini. Diskusikan setiap hari selama 30-60 menit bersama anak mengajaknya untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi dan untuk mengetahui tentang apa yang terjadi di sekitar.

• Berikan kesempatan pada anak untuk berinteraksi dengan teman sekolah di luar jam sekolah virtual, misalnya dengan TikTok Sharing, Video Chat, atau Instagram Live.

Good Parents menceritakan pengalaman yang dilalui hari ini dan tanyakan pendapat anak.

• Tunjukkan pada anak tentang kebaikan, apa artinya dan mengapa kita perlu melakukannya. Selama masa karantina ini, perlihatkan juga kepada anak bahwa kebaikan dapat diberikan bahkan tanpa pertemuan tatap muka.

seperti berbagi kata-kata yang mendorong dan positif kepada teman-teman, membeli makanan tambahan untuk petugas pengiriman makanan, membuat kampanye via media sosial dengan teman sekelas, dan sebagainya.

• Jangan memanjakan anak dengan kehidupan yang terlalu mudah. Tunjukkan kepada anak bahwa ketika dia membutuhkan sesuatu, dia perlu berusaha untuk mendapatkannya.

Misalnya, ketika ingin meminjam bola saudara laki-lakinya, maka ia harus tahu cara bertanya atau bahkan bernegosiasi dengan saudaranya, atau bagaimana membuat teman sekelas setuju untuk bekerja sama dalam proyek sekolah.

Semoga bermanfaat Good Parents selamat mencoba ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 14 =